Senin, 23 Agustus 2021

Dear Buddy Review Ketiga

 Assalamualaikumwrwb bunda salihah

Alhamdulillah bisa berkenalan dengan buddy baru lagi di jurnal ketiga ini yaitu mba Tiffany di Bekasi. Saya melihat jurnalnya masyaallah lengkap sekali. Ini pertama kali saya melihat jurnal yang begitu komplit. Tentu dikerjakan sepenuh hati dan penuh persiapan. Kelihatan keren karena setiap poin digambarkan dengan detil dan mudah dipahami runutan masalahnya.

Ketika mb Tiffany menghubungi di wa saya terpukau dengan caranya mereview jurnal saya. Banyak pertanyaan yang dilontarkan semakin membuka kekurangan dalam jurnal saya. Sampai akhirnya saya pun bisa memperbaiki jurnal sehingga lebih lengkap seperti milik mb Tiffany. Wah senang sekali rasanya. Saya menambahkan tulisan tentang pendalaman pertanyaan di starbusting dan daftar referensi sehingga jurnalnya jadi lebih kaya. Terima kasih banyak ya mb Tiffany.

Kemudian feedback dari saya untuk jurnal mb Tiffany hanya sedikit saja. Kalau untuk starbusting dan pendalaman pertanyaan memang sudah baik. Namun penyajiannya dalam bentuk gambar itu tulisannya kecil sekali untuk blog. Jika ingin membaca perlu dibesarkan dulu, sehingga kalau mau lebih eye-friendly sebaiknya dibesarkan agar pembaca lebih nyaman.

Sedangkan untuk daftar referensi alangkah lebih baik jika ditambahkan sumber dari jalur agama. Untuk sumber lainnya seperti musik, film, buku itu merupakan penunjang. Topik yang dibawakan yakni manajemen emosi diri kan yah. Nah tentu tidak ada yang lebih mengetahui dan memahami manusia melebihi pencipta manusia itu sendiri. Jadi saran dari saya sebaiknya mengutamakan sumber terbaik dan pasti benarnya agar lebih cepat meraih ketenangan jiwa. Daripada kita menggunakan sumber lain yang bisa jadi membuat kita bingung karena sang penulis belum tentu sampai pada derajat ketenangan jiwa yang kita impikan. Mengapa tidak kita menggunakan sumber dari Sang Pencipta yang sudah pasti validnya. InsyaAllah bisa yah.


Baiklah penjelasan di atas sudah lengkap mewakili kebahagiaan saya berjumpa dengan buddy seperti mb Tiffany. Masyaallah tabarakallah. Semoga problem statement tim kita masing-masing sudah amat kuat sehingga bisa menjadi pemersatu tim yang usianya baru seumur jagung ini yah. Salam kompak dan solid selalu sampai tahap-tahap selanjutnya. Aamiin. 

#materi3
#understandingyourproblem
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia

Selasa, 17 Agustus 2021

Buat apa Hijrah? Dan Bagaimana Caranya?

Assalamualaikum bunda salihah

Apa kabar nih? Alhamdulillah hari ini saya bisa mengerjakan jurnal ketiga dari project di kelas bunda salihah. Saya jadi makin semangat pingin jadi salihah beneran. Dengan mengacu pada standar pemimpin wanita salihah yakni Sayyida Fatima Zahra, putri baginda Rasulullah SAW. 

Taukah bunda? Setiap hal yang tidak disandarkan kepada Allah, maka semua itu akan terputus.  Artinya hal itu hanya berlaku di dunia saja, sedangkan di akhirat tidak ada nilainya (terputus). Oleh karena itulah project saya yang bertema "Mujahadah Online" ini bukanlah project sembarangan. Sebab sandarannya adalah Allah. Tentang hijrah dari hati yang bahagia jika mendapat sesuatu dari dunia, menjadi hati yang bahagia hanya jika mendapat ridhoNya. Insyaallah.

Masalah dari hijrah itu ada banyaak sekali. Saya sudah merasakannya. Setelah berkecimpung di dunia majelis online selama kurang lebih dua tahun, maka saya ingin membagikan kebahagiaan ini kepada lebih banyak wanita muslimah di luar sana yang benar-benar ingin menemukan jalan hijrah. Tidak sulit kok, selama ada asa, didukung oleh hp dan kuota yang memadai. Insyaallah kita semua bisa hijrah menuju hati yang bersih dan penuh mahabbah kepada Allah. 



Tentang Mujahadah Online.

1. List pertanyaan tim tentang Why

  • Mengapa para wanita suka bingung?
  • Mengapa hati masih suka sedih?
  • Mengapa uang tak menjadikan kita bahagia?
  • Mengapa tak ada seorang pun yang mampu mengerti kita?
  • Mengapa dunia ini melelahkan?
  • Mengapa kita diberi ujian berat?
  • Mengapa kecewa dan penyesalan itu ada?

Why? Tanda jika ilmu yang kita miliki itu bermanfaat adalah membuat kita semakin mengenal Allah. Harap dan takut; bergantung; menguatkan ikatan hati; perasaan cinta; angan-angan hanya kepada Allah. Jika ilmu dan usia yang kita miliki tak bertujuan kepada keridhoanNya lalu untuk apa? pastilah pada akhirnya akan terputus.

2. List pertanyaan tim tentang What

  • Apa yang Allah inginkan dari hidup kita?
  • Apa yang harus dan paling penting untuk dilakukan menurut Rasulullah?
  • Apa saja yang dilakukan oleh seorang wanita salihah?
  • Apa sih pekerjaan utama wanita salihah?
  • Apa saja yang perlu dihindari agar terhindar dari maksiat?
  • Apa yang bisa kita kerjakan untuk meniru akhlak Sayyida Fatima?
  • Apa yang bisa kita kerjakan untuk meniru akhlak Sayyida Khadijah?
  • Apa yang bisa kita kerjakan untuk meniru akhlak Sayyida Maryam?
  • Apa yang bisa kita kerjakan untuk meniru akhlak Sayyida ?

What? Kegiatan harian suasana berada di dalam pondok pesantren untuk membersihkan hati dari segala penyakit hati yang menyebabkan mindset negatif dan tidak sesuai dengan fitrah dariNya. Dimulai dari zikir akhir malam, doa zikir pagi, majelis ilmu, pembacaan aurod dhuhur, ashar, magrib, isya; zikir sore, ratib, tanya jawab dengan ustadzah, baca alquran, dan lainnya. Suasana ukhuwah amat kental sehingga serasa di taman surga. Tak ada perbincangan sia-sia. Semuanya faedah manfaat dunia akhirat insyaallah.

3. List pertanyaan tim tentang Who

  • Siapa yg seharusnya kita ikuti?
  • Siapa sandaran hati kita?
  • Siapa yg harus patuh pada aturanNya?
  • Siapa pengecoh hari-hari kita?
  • Siapa yg jd teman sejati kita?
  • Siapa musuh kita?
  • Dan siapa yg bisa membimbing kita menuju Allah?
  • Siapa pemimpin di surga?

Who? Terbuka untuk semua muslimah yang ingin hijrah dari keburukan menuju kebaikan. Sesuai tuntunan Rasulullah SAW  karena hukum menuntut ilmu agama adalah wajib.

4. List pertanyaan tim tentang When?

  • Kapan kita akan berpulang menemui Allah?
  • Berapa lama waktu yang diperlukan untuk hijrah?
  • Kapan kegiatan ibadah bisa dilakukan?
  • Berapa lama keseimbangan dunia dan akhirat bisa diraih?
  • Berapa orang yang merasakan kegelisahan ingin hijrah dalam hatinya?
  • Kapan hidayah itu datang?

When? Setiap hari dong. Nanti di akhirat akan ada penyesalan yang mendalam bagi penduduk surga: Mengapa aku tidak termasuk penduduk surga firdaus? seandainya seluruh waktuku dulu kugunakan untuk mengingat Allah. Jadi jangan sampai lalai dengan waktu. Jika kita tidak disibukkan dengan mengingat Allah, maka kita sedang mengingat dari selainNya. Tentu hal itu akan menjadi penyesalan di akhirat.

5. List pertanyaan tim tentang Where?

  • Dimana kita bisa menemukan hidayah?
  • Dimana kita mendapat sahabat hijrah?
  • Dimana kita temukan guru yang membimbing hati menuju Allah?
  • Dimana kita bisa merasakan keindahan Islam?
  • Dimanakah letak ridho Allah?

Where? Di rumah saja. Para wanita dan anak-anak bisa mengikuti seluruh kegiatan secara online.

6. List pertanyaan tim tentang How?

  • Bagaimana cara mengatasi toxic mindset?
  • Bagaimana cara mengaplikasikan beragam ilmu yg pernah didapat?
  • Bagaimana memulai hijrah?
  • Bagaimana supaya istiqomah?
  • Bagaimana menyibukkan diri dengan amal salih?

How? Pertama perlu niat yang besar dan ikhlas mengikuti mujahadah online ini agar senantiasa istiqomah. Sebab banyak pula yang mundur di tengah jalan. Tanpa kesungguhan segalanya akan sia-sia. Bahkan untuk perkara dunia saja, kita membutuhkan perjuangan. Apalagi ini perkara akhirat yang akan kita panen hasilnya untuk jutaan tahun mendatang. Maka ini jauh lebih penting dan mulia. Masyaallah.

Selanjutnya untuk memperkaya starbusting ini, kami sertakan referensi dari film, musik, buku, kata bijak, hadist dan dalil dari ayat suci Alquran, antara lain:

1. Alquran QS : AL IMRAN AYAT 19

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Artinya :
SESUNGGUHNYA AGAMA (YANG DIRIDHOI) DISISI ALLAH HANYALAH ISLAM .
Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka ,karena kedengkian (yang ada) diantara mereka . Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

Allah berfirman, “Allah mengangkat orang-orang yang beriman dan memiliki ilmu diantara kalian beberapa derajat dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah : 11) .

Allah berfirman, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-Nya hanyalah orang-orang yang berilmu.” (QS. Fathir : 28)

Allah berfirman, “Allah menganugerahkan Al-Hikmah (pemahaman yang benar terhadap Al-Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak.” (QS. Al-Baqarah : 269)


2. Hadist

Dari Mu’awiyah, Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Siapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan membuat dia paham tentang agamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits dari Abu Ad-Darda’ رضي الله عنه disebutkan, Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “ Sungguh para malaikat membentangkan sayapnya karena sebagai tanda ridha terhadap penuntut ilmu.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Nabi ﷺ bersabda, “Keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadah adalah sepeti keutamaanku atas orang yang paling rendah dari kalian.” (HR. Tirmidzi)

3. Kata bijak

Imam As Syafi’I telah menyebutkan dalam syairnya :
“Akhi, kalian tidak akan pernah mendapatkan ilmu kecuali dengan 6 perkara ini, akan aku kabarkan kepadamu secara terperinci yaitu dzakaa-un (kecerdasan), hirsun (semangat), ijtihaadun (cita-cita yang tinggi), bulghatun (bekal), mulazamatul ustadzi (duduk dalam majelis bersama ustadz), tuuluzzamani (waktu yang panjang).”

Imam As Syafi’iy pun menyebutkan dalam kitab Diwan beberapa bekal menuntut ilmu :

  • 1. Mengikhlaskan niat karena Allah. Karena setiap amalan yang kita lakukan diawali dengan niat, maka niat yang benar akan menghasilkan pahala. Serta ilmu yang dicari tanpa rasa ikhlas hanya mengharap wajah Allah, akan menimbulkan sikap sombong, riya, dan sum’ah bagi pelakunya.
  • 2. Menghindar dari perbuatan dosa dan maksiat. Suatu hari, Imam Syafi’I mengadu kepada gurunya Syaikh Waki’ tentang hafalannya yang lemah. Syaikh Waki’ pun memberikan nasihat agar imam Syafi’I meninggalkan maksiat; sebab ilmu itu cahaya; dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang suka bermaksiat.
  • 3. Menuntut ilmu sejak dini. Imam Syafi’I pernah berkata, “Siapa yang kehilangan waktu belajar pada waktu mudanya, maka takbirkan untuknya sebanyak empat kali; anggap saja ia sudah mati.
  • 4. Mencatat semua ilmu yang didapat dan didengar. Sebab, ilmu itu bagaikan binatang buruan, sedangkan menulis adalah pengikatnya. Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat agar ia tak lepas, begitu pula ilmu yang bisa hilang bila tak dicatat dalam sebuah buku.
  • 5. Bersabar atas bimbingan syaikh/guru. Sebab guru adalah sosok yang membimbing penuntut ilmu memahami pelajaran, dan melaluinya butuh rasa sabar.
  • 6. Mengatur waktu dengan baik. Pembaca yang dirahmati oleh Allah, ilmu itu sangat banyak dan luas sampai disebutkan oleh sebagian ahli balaghah, bahwa “Ilmu itu bagaikan lautan” dan tidak ada makhluk di muka bumi ini yang mengetahui dan menguasai seluruh ilmu. Karena, itu seorang penuntut ilmu harus mengatur waktu belajarnya dengan baik, supaya banyak belajar dan mengetahui banyak ilmu.
  • 7. Menikmati ilmu yang dipelajari. Sebab dengan menikmati ilmu, seseorang akan bersemangat mencarinya.
  • 8. Bergaul dengan orang berilmu dan saleh. Sebab, berteman dengan mereka sangat bermanfaat dan bergaul dengan mereka akan membawa keuntungan.
  • 9. Merantau untuk mencari ilmu. Imam Syafi’I pernah berkata, “Merantaulah, karena engkau akan mendapat ganti yang lebih baik dari apa yang engkau tinggalkan.”
  • 10. Menghargai pendapat orang lain. Ketika seorang penuntut ilmu sedang berdiskusi dengan guru atau temannya maka hormatilah pandangan orang lain. Karena tentu engkau juga ingin pendapatmu dihargai, janganlah sombong atau keras kepala.
  • 11. Jangan pernah puas dengan ilmu. Imam Syafi’i pernah berkata, “Setiap ilmuku bertambah. Maka bertambah pula pengetahuanku dan kebodohanku.”

4. Buku, Film, dan Musik

Negeri lima menara karya Fuadi yang menceritakan tentang perjuangan 5 orang anak pesantren di Indonesia yang mengejar ilmu hingga sampailah mereka saat dewasa ke negeri impian masing-masing. Lagu official dari film ini adalah manjadda wa jadda yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil sangat sesuai menggambarkan usaha dari pemeran film falam meraih cita-cita mereka. Jadi untuk meraih cita-cita dunia saja, seseorang harus benar-benar belajar dan berusaha, apalagi untuk cita-cita akhirat. 

Baiklah alhamdulillah insyaAllah sudah lengkap pemaparan soal project hijrah dan caranya di atas. Setiap dari kita yang mencari tentu akan menemukan apa yang kita cari. Alkisah ada seorang yang mencari majelis ilmu di kota new york, setelah sekian lama akhirnya ia pun bisa menemukan komunitas itu. Kemudian di belahan dunia lain di arab saudi, ada seorang yang mencari pezina dan ia pun dapat menemukannya. Jadi bukan masalah kita saat ini sedang ada dimana. Tapi apa yang sedang kita cari. Apa yang kita tuju? maka Allah akan membantu kita mendapatkan apa yang kita inginkan. 

Jika niat kita hijrah untuk Allah dan RasulNya, maka hijrah kita sungguh kepada Allah dan RasulNya. Aamiin.


Selasa, 03 Agustus 2021

Dear Buddy Review Kedua

 Assalamualaikumwrwb bunda salihah...

Senang sekali ternyata di minggu ini saya mendapat kenalan buddy baru. Gonta-ganti buddy yang sefrekuensi di kelas bunsal itu bikin imun naik. Alhamdulillah. Nambah sodara, nambah ukhuwah. Meski mba Robiah ada di Pekanbaru dan saya di Malang, jarak membentang tak menghalangi kami untuk saling berbagi, mengoreksi tugas masing-masing dengan hati riang.

Setelah melihat project bunda Robiah, terbersit di hati saya: ini sih problem seluruh ibu rumah tangga. Bagus banget mengangkat masalah emak-emak sehari-hari yang memang realitanya seperti itu. Ibu-ibu kehabisan waktu karena mengurus pekerjaan rumah tangga dan segala keperluan lahir batin anggota keluarga. 

Siapa yang membuat anak bahagia? ibu.

Siapa yang membuat suami bahagia? ibu.

Siapa yang membuat rumah indah? ibu.

Siapa yang membuat ibu bahagia? dirinya sendiri.

Saya menyakini kata-kata di atas. Bahkan pemimpin wanita surga yakni Sayyidatuna Fatimatuzzahra adalah seorang ibu rumah tangga sejati. Kesehariannya repot memasak, menggiling biji-bijian di penggilingan besi yang amat berat, mengurus anak-anak kecil yang jarak usianya rapat, serta membersihkan rumah. Keadaan ekonominya tergolong menengah ke bawah. Semuanya dilakukan dengan ikhlas demi keridhoan Allah SWT.

Alhamdulillah kita hidup di jaman now yang serba mudah karena berbagai alat canggih dan adanya teknologi modern. Pekerjaan dan tugas ibu di rumah bisa lebih cepat diselesaikan dengan bantuan alat-alat modern. Sehingga ibu jaman now bisa punya waktu lebih untuk mengembangkan diri. Masyaallah tabarakallah.

Semoga sedikit review dari saya bermanfaat untuk project bunda Robi'ah insyaAllah. Kemudian waktu yang digunakan untuk mengembangkan diri semoga diarahkan untuk menimba ilmu agama demi meraih keridhoan Allah. Ada banyak sekali ilmu agama wajib bagi wanita antara lain haid, nifas, dan istihadoh, fiqih pernikahan, membaca Alquran dengan baik dan benar, tarbiyatul aulad, dan sebagainya. Semoga kesibukan di ranah domestik tidak menyurutkan semangat kita sebagai wanita untuk menjadi salihah di mata Allah, membahagiakan hati Rasulullah SAW, dan mengikuti pemimpin wanita salihah sejati Fatimah Azzahra. Aamiin.

#materi2
#membanguntimyangsolid
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia


Selasa, 27 Juli 2021

Project Sebagai Bunda Salihah Sejati

Assalamualaikum Bunda Salihah

Senang sekali di jurnal kedua ini bisa menelurkan sebuah rancangan ide project yang "saya banget". Perjalanan hijrah dari satu kajian ke kajian lainnya. Pertemuan dengan satu per satu sahabat lillah. Perkenalanan dengan guru-guru ruhani. Masyaallah, semuanya berkesan. Tiap-tiap tatapan membawa pada perubahan ke arah kebaikan. Begini cerita saya:


Alhamdulillah ala kulli hal, sebagaimana sabda Nabi jika sebagian besar neraka dihuni oleh wanita, maka sebenarnya sebagian besar dari surga juga dihuni oleh wanita. Sebab jumlah wanita itu memang lebih banyak daripada lelaki. Kenyataan di akhirat nanti rupanya juga terlihat dari kondisi di masa pandemi ini. Begitu menjamur pengajian agama secara online yang diadakan oleh ustad maupun ustadzah. Nah siapapun yang mengadakan, tapi tetap saja mayoritas peserta yang paling antusias adalah kalangan wanita. Masyaallah.

Nah sayangnya permasalahan umum yang dialami oleh peserta kajian adalah sudah tahu ilmunya tapi susah mengamalkannya. Alias masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Kata Alhabib Umar bin Hafidz tidak mungkin bisa sukses jika tidak berkumpul dengan orang sukses. Tak mungkin sampai kepada Allah jika tak berkumpul dengan orang yang menyampaikan kepada Allah. Maka sepatutnya bagi setiap insan yang ingin hijrah, seharusnya berkumpul dengan yang ingin hijrah juga.

Bentuk dari project yang saya usung ini akan berbeda dari komunitas hijrah lainnya yang hanya berfokus pada kajian saja. Di project ini saya akan menerapkan konsep gamifikasi seperti yang ada di kelas-kelas ibu profesional. Digabungkan dengan konsep dauroh Dar Zahra, challenge, dan games dari berbagai sumber yang dapat diterapkan di kelas online.

Berikut ini adalah komposisi tim yang insyaAllah akan menjalankan project ini.



Terakhir tentang siapa saya dan apa hal yang melatarbelakangi untuk melaksakan project ini. 


Semoga niat dakwah ilallah ini dijaga oleh Allah dari awal sampai akhir dan mendapat ridhoNya. Aamiin.


Selasa, 13 Juli 2021

Dear Buddy Review Pertama

Assalamualaikumwrwb mba Luthfita

Alhamdulillah bisa dapat rejeki dipasangkan dengan sesama ibu rumah tangga yang disibukkan oleh kegiatan di ranah domestik. Saya pun beberapa tahun lalu juga pernah merasakan hal yang serupa. Hanya saja saat ini sudah melewati fase itu. 

Identifikasi masalah yang disebutkan di jurnal cukup beragam. Ada dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan juga. Menurut saya range masalahnya cukup lebar yah. Ini juga berarti mb memiliki empati yang amat baik. Berikut ini feedback dari saya.


Satu hal penting yang ingin saya utarakan sebagai sahabat yaitu pentingnya membuat alasan kuat sebelum memilih masalah yang akan diselesaikan. Meski saya yakin mba pasti sudah memikirkannya. Mungkin saja review ini bisa menjadi pertimbangan lanjutan. 

Sebuah quote dari saya:
Apa yang membuat seorang anak bahagia? Ibunya
Siapa yang membuat suami bahagia? Istrinya
Apa yang membuat sebuah keluarga bahagia? Ibu 
Lalu apa yang membahagiakan ibu? Dirinya sendiri

Artinya seorang ibu bertanggung jawab untuk membahagiakan dirinya sendiri sebelum membahagiakan orang lain di rumahnya. Nah jika masalah yang ingin diselesaikan adalah masalah keluarga terlebih dahulu, saya khawatir akan ada perasaan tak puas dalam diri karena masih ada yang masalah tak selesai dalam diri sendiri.

Semoga segera ada pencerahan yah. Insyaallah saya siap membantu dari jauh.

Salam ukhuwah penuh cinta.

Rindha.

Selasa, 06 Juli 2021

Jurnal Pertama di Kelas Bunda Salihah

 Assalamualaikum bunda salihah

Bismillahirrohmanirrohim hari ini saya kembali menulis di blog ini setelah post terakhir tentang wisuda di kelas bunda produktif beberapa bulan lalu. Sedikit tersentak oleh kesadaran: hei kamu baru posting jika disuruh! bukan oleh keinginan pribadi. Tapi bagaimana pun juga saya harus sadari kemampuan diri tak mungkin aktif di semua platform sosial media. Bukankah media itu terlampau beragam adanya? Kita tidak hidup untuk dunia maya. Kehadiran seorang ibu lebih dibutuhkan oleh dunia nyata. Karenanya cukup fokuskan beberapa platform saja untuk berbagi. Misal saya lebih suka instagram dan whatsapp dibanding apps lainnya.

Bercerita tentang kelas-kelas sebelumnya di institutu ibu profesional. Secara garis besar, tujuan seluruh kelas adalah untuk membantu para mahasiswi menggali dan mengeluarkan potensi dirinya masing-masing. Setelah bunda produktif lalu yang membahas manajemen proyek agar mahasiswi bisa mandiri dengan mindset kewirausahaan. Sekarang di kelas bunda salihah ini alhamdulillah kembali lebih menengok ke dalam diri sendiri.

Apa masalah dalam dirimu?


Dari gambar di atas terlihat yah jika mayoritas masalah saya adalah kebanyakan keinginan, impian, dan cita-cita. Semoga saja ambisi itu bukan termasuk golongan panjang angan yang dilarang oleh agama. Semoga impian itu termasuk yang diinginkan dan diridhoi olehNya pula. Sehingga dengan menyelesaikan masalah itu bisa semakin mendekatkan diri saya pada ridhoNya. Aamiin.


Sebenarnya masalah itu menjadi masalah jika kita permasalahkan. Dan masalah sejati adalah ketika kita jauh dari Allah. Hidup bergelimang harta serasa tak punya. Dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kita tapi merasa sendirian. Mampu meraih berbagai penghargaan tapi rasanya kurang. Serta perasaan tidak tenang, cemas, ketakutan berlebihan, insecure, galau, kecewa, mudah marah, dan tidak puas bekepanjangan. 

Well, seminar motivasi dan training apapun tak akan mempan mengubah ketenangan hidup tanpa mendekati sang Pemilik Kehidupan. Bukankah kita ini makhluk ruhani yang berjasmani? Kita ini tak pernah mati. Wafat hanyalah tak berfungsinya jasad, sedangkan ruh akan abadi. Berpindah alam saja dari alam ruh, ke rahim, transit ke dunia, lalu sampailah di alam selanjutnya.


Oleh karena dunia ini hanya tempat transit sementara, maka saya perlu packing dulu untuk menyiapkan segala perbekalan menuju tujuan selanjutnya. Berbagai masalah yang menjauhkan diri dari tujuan harus dihadapi agar saya layak mendapat tiket vvip. Masa mau dapat gerbong ekonomi di akhirat? saya sih ogah, cukup berekonomi ria di dunia saja.

Menurut kalian apakah impian saya agak lebay? mengingat tidak ada backgorund pondokan, sudah berumur emak-emak, dan ada tugas kerumahtanggan. Solusi dari masalah saya kebanyakan membutuhkan sekolah dan fokus tinggi ala santri. Hmm tidak ada kata terlambat belajar kan? apalagi di jaman internet seperti sekarang. Semua ilmu tinggal search, klik, download, dan zoom. Dimana ada kemauan disitu ada jalan. Inilah era ijazah tak lagi berguna, semuanya ditentukan oleh performa dan pengakuan massa. Alhamdulillah untuk syarat terakhir tak kita perlukan sebab hanya pengakuan Dia yang kita butuhkan.


Kurang lebih 1,5 tahun belakangan saya secara intensif bergabung dengan beragam majelis ilmu yang mengajarkan cara menyelesaikan masalah di atas. Sayangnya yah begitulah proses belajar kadang tak semulus yang didambakan. Kadang semangat, kadang sekarat. Mungkin karena saya melahap terlalu banyak sampai kekenyangan. Seharusnya yang diajarkan Nabi kan dikunyah dulu pelan-pelan. Apalagi ilmu agama itu cahaya. Dari hati yang gelap dan berkarat harus direndam, digosok dan dicuci sampai bersih dulu sebelum cahaya mau masuk dan mengendap. 

Akar masalah pertama memang susah membagi waktu karena sering dikalahkan oleh nafsu pengecoh. Mau taklim masih main sama anak sehingga kurang menjaga adab belajar. Mau murojaah tapi tergoda oleh scroll media maya. Mau ibadah terhalang kewajiban rumah tangga yang tak ada habisnya. Yah begitulah sampai di akar masalah kedua yaitu malas melaksanakan amanah di awal waktu. Contohnya sekarang ini menuliskan jurnal tepat di tanggal terakhir mengumpulkan. Deadliner banget. Sok sibuk banget. Padahal jika komitmen mengerjakan di hari-hari kemarin juga bisa, tapi entah bagaimana akhirnya menunda dan membuat banyak alasan sampai akhirnya baru bikin sekarang. Alhamdulillahnya bisa memulai corat-coret template semalam, lanjut pagi tadi dan menyelesaikan dengan sempurna sore ini.

Jujur saya berharap banyak dengan kelas bunda salihah ini bisa menjadi dauroh habit yang mengubah karakter saya menjadi sesuai dengan nama kelas ini. Insyaallah. Aamiin ya Rabb. Bibarkati fatihah, semoga madad (pemberian), siir (rahasia), dan futuh (rahasia) dari Allah. Saya bisa mendapat hidayah yang menjadikan istiqomah setelah kelas bunda salihah yang qodarullah berbarengan dengan dowra online Dar Zahra ke 27 dari para asatizah dan teman-teman sekelas yang masyaallah sudah salihah semua kecuali saya sendiri. Kabulkan ya Rabb. Aamiin.






Selasa, 09 Maret 2021

Selebrasi dan Jurnal Terakhir di Kelas Bunda Produktif

 Assalamualaikumwrwb bunda produktif..

Alhamdulillah alaakullihal bisa bertahan di kelas bunda produktif sampai hari ini. MasyaAllah Tabarakallah bahagia sekali kemarin sudah selesai selebrasi cluster. Tiap cluster sudah selesai melakukan selebrasi semuanya. Satu per satu wajah muncul dengan gembira menyambut kelulusan kami semua. Para ibu-ibu yang mendobrak zona nyaman dengan terus belajar. Ada yang melesat bak kilat, ada pula yang perlahan dan penuh kehati-hatian. Mungkin aku tipe yang terakhir itu. 

Masih teringat keriuhan persiapan selebrasi yang hanya 2 hari. Wow sekali karena di cluster kami termasuk yang agak terlambat dapat informasi. Jadilah para tim inti langsung eksekusi ide dan konsep. Kemudian para anggota membuat video singkat perkenalan diri dan testimoni. Alhamdulillah semuanya lancar tanpa kendala berarti. Intip dulu selebrasi cluster delicia di facebook page berikut ini.


Saya sangat bersyukur berada di cluster delicia. Para leader dan anggotanya saling bantu dan cepat beradaptasi merespon kondisi apapun. Keren banget sih bisa bikin selebrasi meriah hanya dalam waktu 2 hari, melibatkan lebih dari 100 orang anggota. Masyaallah. Berikut ini sedikit kontribusi yang bisa saya berikan.


Baiklah lanjut ke bunda sholihah? iyaaa insyaallah lanjut terus pantang mundur. Haha. Learning and studying with IP is so much fun. Terlalu cinta sama ibu founding mother, apalagi tak akan ada lagi kesempatan bisa belajar langsung dari beliau selain di batch 1 ini. Tak akan menyianyiakan kesempatan emas ini. Semoga wawasan dan pengalaman dari setiap program bunda produktif ini bermanfaat. Saya berkomitmen untuk lebih fokus praktek sambil berbagi. Lebih peduli, lebih mengerti, lebih memberi. 


Masterminds dan False Celebration