Tampilkan postingan dengan label bunda cekatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bunda cekatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juli 2020

Rayakan Kemajuan dengan Mentor dan Meentee

Assalamualaikum teman-teman pembelajar...

Siapa orang yang mau merugi? Pasti gak ada yang mau kan. Dikatakan oleh Rasul bahwa segala yang dikerjakan dengan niat bukan karena Allah adalah kerugian.

Niat semuanya bermuara untuk Allah. Makan agar kuat ibadah. Mandi agar suci dari najis. Belajar agar semakin takut padaNYA. Bekerja untuk bersyukur. Berdoa agar diberi petunjuk. Cuci piring untuk mengabdi. Mengurus rumah tangga agar mendapat ridhoNYA. Dan berteman untuk saling menasihati.

MasyaAllah, indahnya hidup seorang muslim. Meski dunia ini menarik, tapi hatinya sama sekali tak tertarik sedikit pun pada dunia. Baginya ridho ilahi adalah satu-satunya standar untuk hidup. Itulah bahagia. Yakni ridho Allah.

Kepintaran tak membuatnya berkhianat. Kekayaan digunakan untuk meneruskan perjuangan dakwah Rasulullah. Harta membuatnya makin taat. Raganya hidup di dunia, tapi hatinya melayang menuju Rabbnya. Hari-harinya sibuk dengan ilmu dan amal. Tak ada waktu sia-sia, berangan-angan mengharap selain padaNya. Tujuannya hanya keselamatan, Islam, Iman, dan cintaNya.

Terima kasih kepada mentor dan mentee saya yang keduanya telah bersama-sama dengan saya selama 7 minggu ini. Saling membersamai dalam ketaqwaan. Barakallah fii umrik. Segala perbuatan sudah ada balasannya.




#Buncek
#InstitutIbuProfesional
#Week7
#TerimakasihMentor
#TerimakasihMentee

Selasa, 10 Maret 2020

Di Tepi Sungai Kehidupan Bersama Buddy - Buncek 8


Assalamualaikum teman-teman pembelajar…

Tiada tujuan yang lebih tinggi dari belajar selain untuk menyempurnakan akhlak/perilaku. Selama ini manusia belajar ini dan itu dalam jangka waktu belasan tahun. Memperoleh beragam penghargaan, sertifikat, titel, gelar, dan sebagainya. Tampak wah dari luar. Semua itu memang hebat.  Banyak yang mengaguminya. Ingin mengenalnya lebih dekat.

Seberapa yakin jika kita benar-benar mengenalinya. Mengikuti laku kehidupannya. Berbicara dan berinteraksi dengannya setiap hari. Maka kita akan puas. Sebahagia saat kita hanya melihatnya dari kejauhan.

Sudah lelah kita disuguhi profesi yang tak profesional menjalankan perannya. Oknum polisi yang tak melindungi. Dokter yang malah membuat tambah sakit. Guru yang membodohi. Ibu yang menelantarkan anak. Ayah yang mengabaikan keluarga. Anak yang durhaka. Profesor yang merusak dunia. Obat yang meracuni. Serba terbalik dari fitrah masing-masing.

Itulah yang kita hindari. Sebagai pembelajar sejati. Apa yang perlu diperbaiki ialah diri sendiri. Akhlak diri sendiri dulu. Tak perlu sempurna, namun ada kesungguhan untuk mengakui kesalahan dan tak mengulanginya lagi. Komitmen untuk menuju lebih baik.

Sekarang apa profesimu? Apa peranmu? Siapakah engkau? Menepilah dari keramaian. Merenung dalam kesendirian. Temukan jiwa. Sembuhkan luka hati. Bukankah kau lelah tenggalam dalam jurang kepalsuan. Hilang arah tak tahu arah hidup mau kemana. Terus saja mengikuti kemauan. Meski pada akhirnya selalu saja menyesal saat sadar itu tak dibutuhkan. Apa boleh buat? Hati yang sakit terlanjur menimati hidup menderita dalam keburukan daripada menelan obat penawar kesembuhan.

Alhamdulillah buddy saya mb Fitria sudah menemukan dirinya. Ia akan berproses menjadi kupu-kupu yang bahagia lahir batin. Menyendiri untuk satu bulan ke depan. Sambil menyelami makna mindmap dan arti kebahagiaan miliknya. Ini bekal dari saya, semoga mampu menemani gulita dalam kepompong mb Fitria.




  1. Soal menata hati. Serahkan pada pemilik hati. Dialah Allah yang Maha membolak-balikkan hati di antara jari tangannya. Saya mintakan padaNya agar mb Fitria diberikan hati yang hidup dengan selalu dzikir dan shalawat.
  2. Soal parenting. Telah ada suri tauladan terbaik dari manusia. Beliau adalah Nabi Muhammad SAW. Beserta kisah terbaik dalam Al-Quran, pedoman hidup kita. Tiada hari tanpa kita mengisahkan Nabi dan Rasul, Ummahatul mukminin, sahabat kepada anak-anak kita.
  3. Memasak dan berkebun. Selalu melibatkan anak agar ia senang. Usia anak 0-4 tahun, peran kita adalah comforter (pelindung ternyaman) bagi mereka. Jadilah ibu penyayang yang kehadirannya selalu dirindu. Bukankah anak-anak nabi Ya'kub membuang Yusuf ke dalam sumur, kemudian sang ayah tak memarahi mereka. Ia memaafkan dan meminta pertolongan pada Allah untuk bersabar. Seberapa besar kesalahan anak kita? Tentu tak sampai seberat kisah ini.

Terakhir, semoga kita semua bisa terus mencari, mencintai, dan mengamalkan ilmu. Perhatikan anak-anak kita, apa yang menggerakkan hatinya? Apakah perkara dunia ataukah akhirat. Gunakan ilmu utamanya untuk memperbaiki akhlak diri sendiri sebelum menyebarkannya. Tiada guna banyak ilmu tanpa perubahan diri pada ketaqwaan dan ketaatan pada Allah dan Rasulullah.



#janganlupabahagia
#jurnalminggu8
#materi8
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 03 Maret 2020

Hasil Berkelana di Hutan Ilmu Buncek

Assalamualaikum pembelajar ilmu kehidupan...

Berkelana dalam pencarian ilmu akhirnya mencapai muaranya. Tempat si ulat yang sudah cukup makan dengan lahap. Ia tidak merasa lapar ataupun kenyang. Cukup. Semua makanan utama sudah dilahapnya. Beruntung dia tidak tipe yang tidak suka cemilan. Perutnya tidak muat.

Tujuan ulat yaitu menjadi kupu-kupu "mom writer". Profesional sebagai ibu dan penulis. Filosofinya adalah bersungguh-sungguh di dalam. Kemudian keluar dengan memancarkan keindahannya. Semata untuk meraih ridho Sang Pencipta yang telah menitipkan sayap.

Berikut ini jejak piring kosong yang makanannya telah dihabiskan oleh si ulat......

Seperti yang terlihat di gambar atas. Komposisi antara peran mom dan writer yakni 70% dan 30%. Artinya si ulat memang memprioritaskan peranan mom terlebih dahulu. Kemudian writer menjadi peranan sampingan.

Berikut ini review si ulat selama perjalanan di belantara ilmu...

Berdasarkan hasil talent mapping, si ulat termasuk tipe intellection dominan bagan sebelah kiri. Sesuai dengan review di atas, si ulat membutuhkan perenungan mendalam untuk menemukan formula yang paling mujarab dalam meraih cita-citanya.



Selasa, 25 Februari 2020

Hadiah Ilmu Untuk Temanku


Assalamualaikum teman-teman pembelajar..

Tugas buncek kali ini adalah memberikan hadiah potluck secara personal ke teman. Naturally kita memang senang diberi hadiah oleh seseorang bukan? Bagaimana jika kita duluan yang harus memberikan hadiah? Rasanya agak ribet sih. Utamanya di kelas ulat-ulat ini, setiap orang sudah mempunyai makanan utamanya sendiri. Maka si pemberi hadiah harus mempersiapkan makanan yang sesuai selera penerima.

I know who I am, what I want, and what to do.

Beberapa waktu lalu saya mengikuti sebuah seminar parenting entah yang ke berapa kalinya. Ada yang menarik di sesi terakhir yang saya ikuti. Ditanyakan ilmu apa yang paling digandrungi setelah kita menjadi orang tua? Itulah ilmu parenting. Apa kunci dalam parenting? Ah lewatkan segala teori dan konsep bala-bala. Tanpa keikhlasan, semua itu zonk.

Dikisahkan dahulu ada seorang wanita bertanya kepada Khadijah ra, "Engkau pasti sangat bahagia menikah dengan Rasulullah wahai Khadijah?
Dijawab, "Sejak aku menikah dengan beliau, aku tidak pernah memikirkan kebahagiaanku. Aku hanya memikirkan bagaimana agar beliau bisa bahagia menikah denganku".
Ya Rabb, inilah tingkatan mencintai yang tertinggi. Bukan saling xxx, saling xxx, saling xxx. Melainkan giving, giving, giving. Memberikan diri secara total, ikhlas. Itulah cara mencintai yang sesungguhnya. Seperti ibu pada anaknya. Hanya ingin memberi tanpa meminta. Mudah diucap, tapi sulit, hanya mampu dilakukan oleh orang yang ikhlas.

Dalam berbagi ilmu, kita bisa meniru ibu Khadijah. Jangan memikirkan nanti aku dapat apa atas ilmu yang kuberikan? Ingat, balasan hanya dari Allah. Beri terus, semoga ilmu kita berkah. Jika dapat balasan langsung berarti kontan. Jika tak ada balasan berarti banyak simpanan untuk dibuka suatu saat nanti.

Hadiah yang saya berikan ke beberapa orang teman antara lain:
Nama & regional
Hadiah
Respon
Wini Ip Depok
Manajemen waktu ibarat pedang
Membalas hadiah tentang disiplin positif
Emma Ip Surabaya
Manajemen emosi cara Islam
Membalas hadiah worksheet daily activities untuk anak
Firda Ip Tangsel
Manajemen emosi cara Islam
Majalah Alfalah konsep aqil baligh sesuai fitrah

Masih ada beberapa lagi lainnya yang saya tiba-tiba diberi, namun karena keterbatasan waktu saya tak mampu tuk membalas hadiah. Saya khawatir jika memberi tak sesuai yang diharapkan. Butuh waktu untuk merespon tanda terima, tak sekedar ucapan terima kasih saja. Apalagi waktu untuk mempersiapkan dan mengirimkan hadiah.

Pendalaman ilmu talent maping yang saya inginkan jadi lebih kaya berkat kiriman hadiah dari teman-teman. Rencananya saya akan mengundang tetangga untuk berbagi talent mapping kepada anak-anak mereka. Saya rasa ilmu ini sangat bermanfaat dan ada kewajiban moril tuk berbagi. Ilmu tidak ada gunanya sebelum digunakan. Ilmu akan bertambah setelah dibagikan.

Barakallah..



Masterminds dan False Celebration